Judul: Semerbak Bunga Di Bandung Raya
Penullis: Haryoto Kunto
Penerbit Granesia, Bandung
Tahun: 1986
Tebal: 1016 halaman
Buku
ini tergolong langka dan dicari oleh banyak kolektor buku. Tidak
mengherankan jika ada kolektor yang siap melepas buku setebal lebih dari
1.000 halaman ini dengan dengan harga antara 800 ribu hingga 1,4 juta
rupiah.
Buku ini memang menarik. Penulisnya, almarhum Haryoto
Kunto, dosen planologi Institut Teknologi Bandung, tampak banyak
mengetahui seluk-beluk Kota Bandung, tidak hanya dari sisi tata letak
kota, tetapi juga dari sisi sosiologis.
Hasilnya, buku Semerbak
Bunga di Bandung Raya, menjadi sangat berisi. Dari sini kita tidak hanya
dapat melihat kisah Bandung Tempo Doloe, tetapi juga memikirkan
bagaimana seharusnya Kota Bandung dikembangkan.
Hal ini
diperlukan lantaran kecenderungan perkembangan Kota Bandung tidak lagi
memerhatikan implikasi-implikasi yang bakal terjadi, baik secara tata
ruang kota, estetika kota, ekologis, maupun kemasyarakatan.
Pembangunan
mal, hotel, jalan layang, didirikannya factory outlet di jalan-jalan
utama, telah membuat Kota Bandung kian sulit diatur. Hal ini disebabkan
semua pembangunan itu gagal memprediksi dampak-dampak negatif yang bakal
terjadi.
Tidak mengherankan jika, konon, sejumlah kawan
mahasiswa arsitektur serta planologi ITB di tahun 1990-an, diwajibkan
membaca buku ini agar dapat melihat bagaimana Bandung seharusnya
dibangun.
Hal lain yang menarik dari buku ini yang usianya hampir
seperempat abad ini adalah, banyak kisah-kisah nostalgia mengenai
Bandung. Pembaca seakan diajak untuk "berkelana" ke masa lalu. Dan
melihat Bandung yang masih asri, segar, serba teratur hingga dijuluki
Paris Van Java.
Kisah Jalan Braga yang dulu menjadi tujuan tempat
plesir tuan-tuan Belanda, hanya satu bagian kecil yang diulas oleh
Haryoto Kunto dalam buku ini. Masih banyak lagi tempat yang diulas oleh
Haryoto Kunto seperti kisah sungai Cikapundung, stasiun bandung, dingga
kawasan Dago. Bahkan Haryoto Kunto pun sempat mengulas masalah Bandung
Purba.
Buku ini memang layak dibaca tidak hanya oleh mereka yang
cinta Kota Bandung tetapi juga oleh mereka yang peduli dengan koat
tempat mereka tinggal, sebab dari buku dapat diketahui bagaimana
sebaiknya sebuah kota diperlakukan. ***
2.10.10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar