Pindahkan Pengalaman Traumatis ke Buku Harian
Jika di keluarga anda ada yang memiliki pengalaman traumatis, pengalaman yang membebani hidup anda atau anggota keluarga anda. Cobalah tuliskan pengalaman tersebut di lembar kertas buku harian.
Berbagilah dengan sebuah buku harian. Kertasnya yang sunyi akan selalu setia menjadi teman yang menerima segala pengalaman buruk anda.
Buku harian layaknya seorang terapis yang bisa menyembuhkan gundah gulana seseorang yang mengalami trauma psikologis. Kekecewaan dan semua perasaan hati yang tidak menyenangkan bisa sedikit demi sedikit hilang seolah ditelan lembaran kertas putih.
Hanya dengan mengambil pena lalu menuliskan segalanya, semua persoalan yang mengganjal dan membebani, dapat berbalik menjadi sesuatu yang lebih menantang.
Seiring dengan populernya terapi ini, para psikolog kemudian menemukan bahwa ternyata bentuk terapi tulisan ini tidak bisa diterapkan untuk setiap orang. Bentuk tulisan lain mungkin akan lebih berguna dalam membantu mencapai transformasi pribadi.
Apa sebenarnya yang terjadi saat menulis sehingga tulisan tampaknya memiliki kekuatan luar biasa menyembuhkan trauma fisik dan psikis?
Ketika seseorang mulai menuliskan seluruh emosi dan pengalamannya dalam sebuah tulisan, dia seolah menempatkan seluruh pengalamannya itu dalam sebuah frame seperti anda meletakkan foto diri anda dalam sebuah figura.
Saat itulah, anda bisa melihat dengan jelas masalah apa yang sebenarnya anda hadapi. Menulis adalah sebagian langkah menuju tindakan refleksi. Sehingga harapannya, segala persoalan akan bisa dianalisis atau dilihat lagi secara proporsional.
Namun, kalaupun tidak dilihat lagi, tulisan tetap membantu melepaskan beban traumatis anda.
Secara filosofis, langkah menulis memberi jarak antara anda sendiri dan masalah yang sedang dihadapi. Sehingga, seluruh pengalaman traumatis bisa dilihat lagi dengan jelas dan anda menjadi tidak terobsesinya oleh pengalaman tersebut.

0 komentar:
Posting Komentar