Melakukan pemeriksaan tes darah setahun sekali merupakan
langkah yang perlu dilakukan bagi orang dewasa. tujuannya untuk menghindari
berbagai penyakit yang dapat mengancam kehidupan.
Dengan diketahuinya hasil tes darah tersebut kita dapat
cepat melihat adanya perubahan yang terjadi di dalam tubuh kita sebelum
berlanjut menjadi sakit yang serius seperti penyakit jantung, kanker, diabetes
dan lain-lain.
Apa saja tes darah yang penting bagi orang dewasa, berikut
daftarnya..
Uji darah lengkap dan uji kimia darah
Uji darah lengkap biasa dilakukan untuk menentukan adanya
kelainan atau penyakit secara menyeluruh. Tes ini memberikan informasi
diagnostik yang berhubungan dengan pembuluh darah, hati, ginjal dan sel
darahnya sendiri.
Fibrinogen
Berpengaruh penting terhadap bekuan darah. Tingginya kadar
fibrinogen berhubungan dengan adanya inflamasi jaringan misalnya aterosklerosis
dan penyakit jantung. Dapat membantu memprediksi risiko adanya penyakit jantung
dan stroke.
Hemoglobin A1C (HbA1C)
Salah satu penilaian yang baik terhadap kadar glukosa adalah
dengan menilai HbA1C. Tes ini dapat menilai kadar gula darah seseorang selama
dua hingga tiga bulan ke belakang dan dapat menjadi penentu adanya risiko
penyakit jantung dan diabetes.
DHEA
Dehydroepiandrosterone (DHEA), suatu hormon yang diproduksi
glandula adrenal. DHEA sering disebut sebagai hormon anti aging. Pemberian DHEA
dapat meningkatkan fungsi sistem imun,densitas tulang, libido pada perempuan,
mengurangi lemak di perut, melindungi syaraf otak, mencegah DM, kanker dan
penyakit jantung.
Prostat-Spesific Antigen (PSA) hanya untuk lelaki.
PSA adalah suatu protein yang dihasilkan oleh glandula
prostat pada lelaki. Meningkatnya kadar PSA menunjukkan adanya pembesaran
prostat, inflamasi prostat ataupun kanker prostat. Kadar PSA juga dapat
digunakan untuk menentukan hasil terapi yang telah diterima untuk penanganan
kasus prostat.
Homocysteine
Asam amino homosisteine dibentuk oleh tubuh dari hasil
metabolisme methionine. Tingginya kadar homosisteine berisko tinggi menyebabkan
serangan jantung, fraktur tulang dan terganggunya fungsi kognitif.
C-Reactive Protein
C-Reacrive protein (CRP) merupakan pertanda adanya inflamasi
sistemik yang sangat sensitif. Sehingga peningkatan kadar ini sangat
berhubungan kuat dengan adanya penyakit jantung koroner, MCI, stroke dan
kematian mendadak karena jantung.
Thyroid Stimulating Hormon (TSH)
TSH digunakan untuk mengkontrol kondisi adanya gangguan pada
tiroid.
Testosterone (Bebas)
Testosteron diproduksi oleh testis laki-laki, pada ovarium
perempuan, dan pada glandula adrenal lelaki dan perempuan. Mereka yang
mengalami kadar testosteron yang rendah umumnya adalah orang tua.
Pada lelaki, testosteron bebas kadarnya dapat digunakan
untuk mengevaluasi kadar yang mempengaruhi terjadinya obesitas abdominal,
depresi mental, osteoporosis dan penyakit jantung. Sedangkan pada perempuan
kadar yang rendah berhubungan dengan penurunan libido dan rasa tidak nyaman.
Estradiol
Seperti testosteron, lelaki dan perempuan membutuhkan
estrogen untuk fungsi fisiknya. Pada perempuan kadar estradiol yang rendah
mempengaruhi kadar bone mineral density (BMI) yang rendah sehingga berisiko
fraktur ataupun osteoporosis. Kadar optimal estradiol dapat menekan terjadinya
hot flashes, gelisah dan insomnia. Sedangkan kadar yang rendah berisiko
terjadinya penyakit jantung.
0 komentar:
Posting Komentar