Great
organizations are always built by great people. Kejayaan Google misalnya
lahir dari visi brilian Sergey Brin dan rekannya Larry Page. Apple menjadi kian
berkibar karena kejeniusan Steve Jobs. Pun demikian, kesebelasan Belanda pernah
menjadi super team pada era 70-an lantaran kumpulan manusia didalamnya : mulai
dari seniman bola Johan Cryuff hingga sang pelatih bergelar jendral Rinus
Michel.
Ilustrasi
diatas menunjukkan dengan jelas bahwa kisah keharuman suatu organisasi – entah
organisasi itu berupa perusahaan atau kesebelasan
sepakbola – selalu ditebarkan oleh kumpulan great people, barisan sumber daya
manusia yang mumpuni dan bertalenta tinggi. Persoalannya, melahirkan barisan
great people ternyata tidak gampang. Lahirnya sang legenda Steve Jobs atau
Johan Cryuff tentu tak tiba-tiba datang dari langit ketujuh.
Dalam
konteks organisasi perusahaan, proses penciptaan dan pengembangan great people
akan amat ditentukan oleh tiga elemen kunci berikut. Elemen yang pertama
adalah adanya koneksi antara strategi bisnis di masa depan dengan strategi
pengembangan SDM yang akan dijalankan. Dengan kata lain, strategi dan program
pengembangan SDM hanya akan memiliki makna jika ia selalu diintegrasikan dengan
kebutuhan strategis perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis yang makin
berat – baik dari sisi ekonomi makro maupun persaingan antar perusahaan. Dalam
proses ini, kebijakan dan roadmap strategi perusahaan akan menjadi sumber
masukan bagi para pengelola SDM dalam meracik rangkaian program pengembangan
yang akan dijalankan.
Elemen kedua adalah
ketersediaan kebijakan dan sistem pengembangan SDM yang solid dan dijalankan
dengan konsistensi tinggi. Elemen inilah yang akan memastikan bahwa serangkaian
strategi dan program pengembangan SDM yang telah disusun dapat dieksekusi
dengan tingkat presisi yang tinggi; dan berkelanjutan. Tanpa dukungan sistem
pengelolaan SDM yang solid, maka proses pengembangan SDM acapkali hanya akan
bersifat parsial, terjebak dalam rutinitas administrasi, dan karenanya gagal
menciptakan value bagi pemekaran roda bisnis perusahaan. Pada titik ini,
pengelola SDM justru akan tergelincir dalam peran yang marginal; dan tidak akan
pernah mampu memberikan kontribusi apapun bagi kemajuan bisnis perusahaannya.Elemen terakhir yang juga kritikal adalah adanya dukungan dari top manajemen, dan juga dari seluruh manajer lini perusahaan. Sebab, proses pengembangan SDM memang bukan tugas manajer SDM semata, namun merupakan tugas bagi setiap manajer perusahaan – dari manajer atas hingga manajer level bawah. Komitmen dari top manajemen juga mesti diwujudkan dalam keterlibatan aktif untuk mengembangkan mutu SDM. Jack Welch misalnya, ketika menjadi CEO perusahaan GE selalu mendedikasikan waktu secara khusus untuk urusan pengembangan SDM. Ia acapkali berujar urusan pengembangan SDM terlalu penting untuk diserahkan pada orang lain.
Pada akhirnya mesti dikatakan bahwa proses mencetak dan mengembangkan great people memang bukan tugas yang ringan dan sederhana. Namun proses ini pada akhirnya harus terus dijalankan, jika kita ingin membangun sebuah imperium bisnis yang berkibar dan harum namanya. Seharum tim super kesebelasan Belanda atau sehebat perusahaan Apple.
0 komentar:
Posting Komentar