SRAGEN - BEKATUL atau kulit ari padi, kini tak lagi sekadar
makanan ternak. Limbah tersebut ternyata bermanfaat untuk kesehatan, setelah
diolah menjadi sereal yang layak dikonsumsi manusia.
Adalah H Suyamto, seorang pengusaha / produsen padi organik
yang berinovasi mengolah bekatul dari padi organik menjadi sereal. Menurut H.
Suyamto, kulit ari padi yang dulu hanya untuk pakan ayam itu sangat baik untuk
mengobati kolesterol, diabetes, hipertensi, jantung koroner, gondok.
Terilhami dari membaca buku karangan Dr. Liem, tahun 2006 ia
mencoba membuat sereal bekatul. Bulan pertama ia hanya memproduksi 500 pack,
setiap packnya berbobot 150 gram. Awalnya ia memang ragu , namun setelah banyak
konsumen yang membuktikan sendiri khasiat dari sereal bekatul ini ia semakin
optimis produknya akan diminati oleh banyak konsumen.
Suyamto, yang kebetulan juga produsen padi organik ini tidak
kesulitan untuk mendapatkan bahan baku bekatul. Bekatul merupakan limbah
produksi penggilingan padi organik miliknya.
Sereal ini jangan disamakan dengan bekatul biasa. Karena
telah melewati proses produksi secara khusus.Namun dijamin bebas dari
bahan-bahan kimia. Dalam pembuatan sereal bekatul ia mengaku tidak menambah
zat-zat kimia apapun dalam campurannya. ”Murni dari bekatul organik yang
dilembutkan, tanpa campuran bahan kimia apapun, jadi sangat aman bila
dikonsumsi” kata Suyanto.
Saat ini, setiap bulannya ia mampu berproduksi 3000 sampai
4000 pack, yang setiap pack nya berbobot 150 gram. Harga per pack ia patok
hanya Rp. 6.000,-. Namun harga di eceran bisa sampai dengan Rp. 10.000,-. Ia
mengaku tidak mendapat kesulitan dalam memasarkan produknya. Awalnya ia memang
menawarkan sendiri ke berbagai kota besar di Jawa Tengah, tapi sekarang ia
tinggal menerima pesanan dari berbagai kota besar di Jawa antara lain Solo,
Yogyakarta, Jakarta, Semarang dan Surabaya.
Pemilik produsen beras organik PT Padi Mulya tersebut
mengatakan, produknya telah melewati uji lab PT Sucofindo No.3268349 dan Uji
Lab Dinas Kesehatan. Bahkan ijin dari Dinas Kesehatan Nomor 33/11-31-03 telah
ia kantongi, jadi tidak ada keraguan untuk memasarkannya.
Tamu-tamu yang melewati kota Sragen ataupun yang berkunjung
ke Sragen, banyak pula yang mampir untuk membeli produknya. Kebetulan tempat
berproduksinya sangat strategis, terletak di pinggir jalan raya Solo Sragen.
Suyamto tidak menawarkan janji tetapi bukti. Ia menuturkan
banyak kalangan pejabat di lingkungan Pemkab Sragen yang telah membuktikan
khasiat makanan tersebut. Mereka yang pernah membuktikan antara lain Kepala
Kantor Catatan Sipil Kab. Sragen Sarwadi SSos, dan Kepala Dinas Kehutanan dan
PerkebunanKab. Sragen Ir Wakidi.
Ir Wakidi yang dihubungi secara terpisah menuturkan, sudah
setahun ini ia secara rutin minum sereal bekatul tiap hari. ”Badan lebih segar,
tidak mudah sakit dan buang air besar menjadi tambah lancar” tuturnya.
Tidak jauh beda dengan Ir. Wakidi, Sarwadi S.Sos juga
menyatakan hal serupa. ”Dulu sebelum minum sereal bekatul saya sering pegel-pegel
sehabis pulang kerja, namun sekarang setelah rutin minum sereal bekatul, sudah
tidak pegel-pegel lagi, biasanya saya campur dengan temulawak” jelasnya. Ia
juga mengaku ketahanan tubuh menjadi lebih kuat, tidak mudah sakit. ”Apalagi
kalau puasa, tubuh akan lebih kuat dan tidak mudah loyo, bila sewaktu sahur
minum sereal bekatul ini” tambahnya. Sarwadi, S.Sos sudah dua ini, setiap hari
nimum sereal bekatul.
Untuk mengkonsumsinya, sereal bekatul tinggal dicampur
dengan air hangat boleh ditambah gula atau jeruk nipis, atau boleh ditambah
dengan temulawak. Maka akan menjadi minuman yang lezat dan berkhasiat. ”Tidak
pahit, rasanya nikmat sekali, biasanya saya tambah dengan temulawak” tutur
Sarwadi. (Hartono – Humas)
0 komentar:
Posting Komentar