Yang pasti kamu mesti menyediakan lahan yang strategis sebagai
tempat distro kamu. Lebih bagus kalau tempat kamu mudah diakses, dekat dengan
tempat nongkrong anak-anak muda, sebagai target market utama.
Buat distro kamu menjadi tempat yg nyaman bagi anak muda khususnya ABG. Perhatikan interior, musik, karakter
distro yang ingin ditampilkan dan kesesuaiannya dengan karakter brand/merk yg dijual,
kenyamanan, keamanan, kualitas sumber daya pekerjanya, dsb.
Berikutnya, kamu mesti mempunyai chain
supply management yg baik dengan para penyuplai, misalnya pabrikan kaos oblong,
celana jeans, penjahit, aksesoris, dsb. Lebih baik lagi kalau kamu meng-hire
desainer sendiri sehingga bisa menciptakan desain-desain kaos unik yg eksklusif.
Kalau distro kamu memang meyakinkan, buat proposal pada brand-brand distro yang
sudah mapan untuk mengendorse material mereka melalui distro kamu. Ini
merupakan interaksi mutualis, kamu bisa menjual brand yang sudah populer di
distro sendiri, mereka pun senang, produknya bisa ditaruh di tempat potensial.
Sebarkan promosi langsung pada target market. Datangi anak-anak muda, buat
promo menarik buat mereka untuk datang ke distro Anda, bisa dengan membuat diskon, voucher,
sponsor event-event/wardrobe. Kalau perlu, amati band-band indie yang populer tapi
belum terikat kontrak, sponsori mereka dan endorse mereka dengan kaos-kaos distro
Anda.
Bila anak-anak muda ini puas, maka mereka akan dengan sendirinya melakukan
promosi words of mouth kepada teman-teman atau fansnya, dan ini keuntungan tersendiri utk
Anda sebagai program Promo yg positif dan minim biaya.
0 komentar:
Posting Komentar