24.9.09

Change !



Seiring bertambahnya waktu pengalaman yang saya dapatkan juga bertambah. Saya senang sekali mendapatkan tambahan pengalaman dari Allah. Saya berharap Allah terus memberikan tambahan pengalaman kepada saya, baik pengalaman yang menyenangkan maupun pengalaman yang tidak menyenangkan. Saya tentu saja harus berterimakasih kepada sahabat-sahabat saya yang selama ini telah menemani dan membantu saya, . Sahabat yang telah memberikan berbagai pengalaman pergaulan yang penuh dinamika, yang berbagi pengetahuan dan saling ‘care’ satu sama lain.
Seperti cerita kehidupan klasik lainnya, Perjalanan hidup saya naik turun. Adakalanya saya mengalami peristiwa yang menyenangkan hati, tapi jauh lebih banyak saya kecewa karena mengalami peristiwa yang menyedihkan. Begitulah hidup. Kita hanya diwajibkan untuk berusaha mendapatkan hasil yang terbaik dengan cara yang terbaik yang bisa kita lakukan. Sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah Sang Penguasa jagad.
Sejak lahir sampai mati kita terus menerus berubah. Namun perubahan yang terjadi itu tidak semuanya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Kadang-kadang perubahan itu adalah suatu kemajuan yang drastis atau kemunduran yang menjerumuskan. Ketika kita mengalami kemajuan yang sesuai dengan harapan, kita pastilah merasa senang dan hidup terasa indah penuh warna. Tapi ketika mengalami kemunduran yang tidak sesuai dengan yang dibayangkan, kita merasa sangat sedih, putus asa dan hidup bagaikan jalan buntu. Padahal sudah sunnatullah bahwa manusia akan mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan lebih banyak daripada peristiwa yang tidak menyenangkan.
Orang yang terperangkap dalam peristiwa yang tampaknya tidak ada jalan keluarnya akan mudah merasa, tegang, gugup dan putus asa. Dia menjadi lebih mudah untuk bermusuhan dengan orang yang mendekatinya, mudah marah, tersinggung dan nafsu makan menurun. Walau ada sebagian yang justru nafsu makannya bertambah tetapi prosentasenya sangatlah kecil. Anda tentu pernah mengalami hal seperti ini khan?
Pada umumnya, tak ada seorangpun diantara kita yang dapat dididik menghadapi krisis dengan baik. Namun hingga taraf tertentu kita dapat mengantisipasi krisis kehidupan itu dan menyesuaikannya dengan diri kita. Orang yang mampu bertahan dalam suatu krisis dengan baik adalah mereka yang secara aktif terus menerus mencari pemecahan. Mereka haus dengan informasi apa saja yang bisa membantu. Mereka tidak mau menyalahkan diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka sadar kalau hal itu yang dilakukan sama saja dengan menghindari dari masalah yang sesungguhnya.
Berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh Dr. beck, Disimpulkan bahwa dengan memperbaiki keyakinan-keyakinan yang salah, kita dapat mengurangi atau mengubah reaksi kita terhadap suatu peristiwa. Dia menyusun tiga prinsip berikut :
1.      Seluruh suasana hati anda dibentuk oleh pikiran. Anda merasakan apa yang anda kerjakan saat ini disebabkan pikiran yang anda miliki sekarang.
2.      Ketika anda merasa tertekan, ini disebabkan karena pikiran-pikiran anda didominasi oleh suatu pikiran negatif yang merajalela. Yang lebih buruk anda akan mulai mempercayai bahwa segalanya benar-benar seburuk yang anda bayangkan.
3.      Pikiran-pikiran negatif selalu mengandung berbagai penyimpangan yang mencolok. Pikiran yang berbelit-belit merupakan penyebab utama bagi hampir semua penderitaan anda.

0 komentar:

Posting Komentar