Seiring bertambahnya waktu
pengalaman yang saya dapatkan juga bertambah. Saya senang sekali mendapatkan
tambahan pengalaman dari Allah. Saya berharap Allah terus memberikan tambahan
pengalaman kepada saya, baik pengalaman yang menyenangkan maupun pengalaman
yang tidak menyenangkan. Saya tentu saja harus berterimakasih kepada
sahabat-sahabat saya yang selama ini telah menemani dan membantu saya, .
Sahabat yang telah memberikan berbagai pengalaman pergaulan yang penuh
dinamika, yang berbagi pengetahuan dan saling ‘care’ satu sama lain.
Seperti cerita kehidupan
klasik lainnya, Perjalanan hidup saya naik turun. Adakalanya saya mengalami
peristiwa yang menyenangkan hati, tapi jauh lebih banyak saya kecewa karena
mengalami peristiwa yang menyedihkan. Begitulah hidup. Kita hanya diwajibkan
untuk berusaha mendapatkan hasil yang terbaik dengan cara yang terbaik yang
bisa kita lakukan. Sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah Sang Penguasa
jagad.
Sejak lahir sampai mati kita
terus menerus berubah. Namun perubahan yang terjadi itu tidak semuanya sesuai
dengan apa yang kita harapkan. Kadang-kadang perubahan itu adalah suatu
kemajuan yang drastis atau kemunduran yang menjerumuskan. Ketika kita mengalami
kemajuan yang sesuai dengan harapan, kita pastilah merasa senang dan hidup
terasa indah penuh warna. Tapi ketika mengalami kemunduran yang tidak sesuai
dengan yang dibayangkan, kita merasa sangat sedih, putus asa dan hidup bagaikan
jalan buntu. Padahal sudah sunnatullah bahwa manusia akan mengalami peristiwa
yang tidak menyenangkan lebih banyak daripada peristiwa yang tidak
menyenangkan.
Orang yang terperangkap
dalam peristiwa yang tampaknya tidak ada jalan keluarnya akan mudah merasa,
tegang, gugup dan putus asa. Dia menjadi lebih mudah untuk bermusuhan dengan orang
yang mendekatinya, mudah marah, tersinggung dan nafsu makan menurun. Walau ada
sebagian yang justru nafsu makannya bertambah tetapi prosentasenya sangatlah
kecil. Anda tentu pernah mengalami hal seperti ini khan?
Pada umumnya, tak ada
seorangpun diantara kita yang dapat dididik menghadapi krisis dengan baik.
Namun hingga taraf tertentu kita dapat mengantisipasi krisis kehidupan itu dan
menyesuaikannya dengan diri kita. Orang yang mampu bertahan dalam suatu krisis
dengan baik adalah mereka yang secara aktif terus menerus mencari pemecahan.
Mereka haus dengan informasi apa saja yang bisa membantu. Mereka tidak mau
menyalahkan diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka sadar kalau hal itu yang
dilakukan sama saja dengan menghindari dari masalah yang sesungguhnya.
Berdasarkan pengalaman yang
dilakukan oleh Dr. beck, Disimpulkan bahwa dengan memperbaiki
keyakinan-keyakinan yang salah, kita dapat mengurangi atau mengubah reaksi kita
terhadap suatu peristiwa. Dia menyusun tiga prinsip berikut :
1. Seluruh suasana hati anda dibentuk oleh pikiran. Anda merasakan apa yang
anda kerjakan saat ini disebabkan pikiran yang anda miliki sekarang.
2. Ketika anda merasa tertekan,
ini disebabkan karena pikiran-pikiran anda didominasi oleh suatu pikiran negatif
yang merajalela. Yang lebih buruk anda akan mulai mempercayai bahwa segalanya
benar-benar seburuk yang anda bayangkan.
3. Pikiran-pikiran negatif selalu mengandung berbagai penyimpangan yang
mencolok. Pikiran
yang berbelit-belit merupakan penyebab utama bagi hampir semua penderitaan
anda.

0 komentar:
Posting Komentar