Untuk menjadi orang yang sukses memang dibutuhkan keyakinan
dan kegigihan yang kuat. Seperti yang dilakukan artis papan atas, Madonna. Pada
tahun 1977, Madonna turun dari taksi setelah menempuh perjalanan udara
pertamanya dari Michigan ke kota impiannya. Waktu itu, usianya masih 19 tahun
dan tidak ada yang dikenalnya di kota besar, New York.
Saat tiba di kota New York, uang yang disakunya hanya ada
US$ 35. Sudah pasti tidak cukup untuk menunjang hidup yang paling sederhana,
sekali pun. Saat malam tiba, ia tidur dimana saja. Terkadang ia menyandarkan
punggung di pinggir jalanan, bersama para gembel. Ia bekerja siang dan malam,
menjadi penari keliling atau menjadi pramusaji di restoran donat.
Tidak ada yang mengenalnya, tak ada yang tahu namanya. Tapi
waktu yang dibutuhkan oleh Madonna untuk terkenal, hanya lima tahun untuk
mengubah semua itu.
Kini, siapa tak kenal dia, Madonna. Gadis belia yang
luntang-lantung itu kemudian menjadi penyanyi wanita paling fenomenal. Musiknya
mempengaruhi banyak hal, termasuk gaya hidup jutaan penggemarnya (atau bahkan
pembencinya). Uang bukan masalah lagi baginya saat ini. Sekali menandatangani
kontrak iklan, uang sebanyak US$ 5 juta masuk ke rekeningnya.
Tentu saja impiannya tidak akan terwujud, apabila 31 tahun
yang lalu dia tidak mengambil keputusan berani yaitu meninggalkan kuliahnya di
Universitas Michigan dan pergi ke New York, menjadi penari profesional. Madonna
tak mungkin dikenal oleh jutaan orang jika dia tidak memutuskan untuk mengambil
risiko, hidup di kota asing dengan uang seadanya. “Aku datang ke New York dengan US$ 35 di
saku, dan itu adalah hal paling berani yang pernah aku lakukan,” katanya.
Dikatakan nekat bukan juga, tapi ini adalah bagian dari
perjuangan. Madonna berhasil karena dia yakin, hidup tak akan menunggunya
hingga memiliki modal yang cukup untuk pindah. Sekali memutuskan sesuatu, dia
akan memperjuangkannya mati-matian. Tidak selamanya keputusan itu benar. “Aku
adalah hasil dari pilihan benar dan pilihan salah yang aku putuskan di masa
lalu. Dan jika aku menyesali kesalahan yang aku kerjakan di masa lalu, maka aku
tak akan menjadi seperti sekarang ini. Aku tidak pernah malu melakukan (pilihan
salah) itu. Dan aku ingin kau tak pernah menyesali apa yang telah kau lakukan.
Kenapa harus menyesal?” katanya.
Menurut Madonna, kunci kesuksesannya adalah karena dia
berani menyatakan apa yang diinginkannya. Dalam wawancara dengan saluran musik
VH1, pada 1998, Madonna menyatakan bahwa kepercayaan diri amat berperan dalam
keberhasilan karirnya. “Alasan saya berhasil di dunia musik bukan karena saya
memiliki suara yang luar biasa, tapi karena saya memiliki sesuatu yang ingin
saya katakan.”
Itulah kenapa dia sangat mengritik orang yang tidak berani
menyatakan keinginannya. “Banyak orang yang takut menyatakan apa yang mereka
inginkan. Itulah kenapa mereka tidak dapat meraih yang mereka inginkan,”
katanya dalam bukunya, Sex. Menjadi diri sendiri dan menyatakan apa yang kita
inginkan adalah filsafatnya. “Jika kau ingin menyatakan dirimu, nyatakanlah!”
katanya dalam sebuah wawancara.
Untuk memperjuangkan keinginan itu, tak ada satu pun yang
boleh menghalangi. “Saya sadar bahwa saya tidak punya batasan. Batasan hanyalah
pengaruh dari luar, dari orang-orang yang tidak percaya pada diri mereka
sendiri dan kemampuan mereka. Saya sangat yakin pada diri saya. Saya tahu saya
dapat melakukan apa pun yang saya inginkan dan saya akan selalu menggapai mimpi
saya,” katanya dalam wawancara dengan NY Rock pada 1998.
Di atas langit ada langit dan itu disadari olehnya. “Setiap
kali saya mencapai puncak baru, saya melihat puncak lain yang ingin saya daki.
Saya tak dapat berhenti. Mungkin saya mestinya beristirahat dan menikmati
pemandangan, tapi saya tak dapat melakukan itu. Saya selalu memaksa diri saya
mendaki,” katanya dalam Nobody Knows Me, buku semi biografi berisi foto-foto
setebal 52 halaman.
Kabar terbaru dari Madonna, film nya sedang ikut serta di
Festival Film Berlin 7 hingga 17 Februari 2008. Jadi jangan lewatkan aksi
Madonna di film terbarunya ya? (p2t/ sumber: Unilever, Tbk)
0 komentar:
Posting Komentar